Selasa, 20 Maret 2012

Buruh Perbatasan

Pelabuhan Kecil Setinggak Tawar
oleh Hendro Bedjo


Dikarenakan akses jalan darat yang masih sulit untuk dijangkau, pengiriman barang dalam jumlah besar ke Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, harus menggunakan akses laut. Dengan menggunakan kapal berukuran sedang, kebutuhan warga temajuk diangkut. Apalagi saat ini sedang musim ubur-ubur, masyarakat luar banyak yang datang untuk ikut mencari rezeki. Sehingga kebutuhan sembako dan logistik pun meningkat tajam, salah satunya garam dan bensin, yang digunakan untuk pengolahan ubur-ubur.

Kondisi ini memberikan dampak positif tehadap perekonomian warga, tidak hanya warga Temajuk, warga desa tetangga, Sebubus, juga mendapatkan imbasnya. Barang-barang yang akan dikirim ke Temajuk akan dibongkar muat di Pelabuhan Kecil Setinggak Tawar, Desa Sebubus. Warga sekitar mendapat kerja sampingan sebagai buruh bongkar muat barang. Dari truck ke kapal atau sebaliknya.

Kondisi laut dalam satu pekan terakhir kurang bersahabat, sehingga membuat aktivitas pengangkutan barang terkendala. Dan baru bisa dilakukan pada tanggal 18 maret 2012. Barang yang seharusnya sudah diangkut satu pekan yang lalu, akhirnya bertumpuk di pelabuhan. Kondisi ini mengakibatkan proses bongkar muat pun menyesuaikan dari jadwal keberangkatan.

Jadwal keberangkatan kapal harus disesuaikan dengan pasang surut air laut, hal ini dikarenakan pelabuhan setinggak berada pada anak sungai paloh yang bermuara dilaut ujung pantai selimpai, pantai yang dipenuhi pepohonan cemara laut. Jika air surut, maka kapal-kapal tidak bisa lewat karena kandas. Waktu paling ideal untuk melakukan perjalanan laut adalah pada subuh hari, air laut pada kondisi tenang.

Kali ini aktivitas bongkat muat ke kapal harus dilakukan pada malam hari, pada saat air laut mulai pasang, dengan asumsi proses bongkar muat harus selesai pada saat air pasang tertinggi. Kapal harus segera berangkat menuju temajuk sebelum air surut. Proses perputaran air laut dari pasang tertinggi ke surut terendah atau sebaliknya memakan waktu kurang lebih 6 jam. Jadi dalam satu hari kita akan menjumpai 2 kali pasang dan surut.

Aktivitas Buruh di Pelabuhan Setinggak Tawar
Ada 4 kapal yang siap berangkat ke Temajuk, kapal-kapal tersebut sudah bersandar lebih dari satu minggu di Pelabuhan Setinggak Tawar. Barang yang akan mereka bawa kali ini adalah garam dan bensin, yang akan digunakan untuk keperluan pengolahan ubur-ubur. Lebih dari 60 ton garam terlantar di pelabuhan dalam sepekan ini. Satu kapal hanya bisa mengangkut 10-12 ton saja dalam satu kali perjalanan.

Malam ini para buruh harus memuat 40 ton garam ke 4 kapal, 1 karung berisi 50 kg garam, jadi ada kurang lebih 800 karung garam yang harus dimuat. Sekitar 20 orang buruh sudah siap memulai aktivitas pada pukul 20.00 Wib, air laut mulai pasang, kapal-kapal sudah berada pada posisi tegak. Ongkos bongkar muat dari truck ke kapal Rp3.000/karung, Rp1.500 untuk bongkar dari truck dan Rp1.500 untuk muat ke kapal. setidaknya ada perputaran uang sekitar Rp 2.400.000 di Pelabuhan Setinggak untuk kaum buruh kali ini. Angka yang lumayan tentunya buat warga sekitar pelabuhan.

Salah satu buruh, Bujang (19) mengatakan, mereka bisa memperoleh pendapatan hingga diatas Rp 50.000 kali ini. Angka yang kecil tentunya dengan jangka waktu pengerjaan hingga 1 minggu. Upah baru dibayarkan ketika proses muat ke kapal selesai dilakukan. Walaupun sangat jarang ada barang angkutan sebanyak ini, tetapi saat-saat seperti ini sangat dinanti warga lanjutnya. Sulitnya mencari alternatif pekerjaan , membuat warga bertumpu pada aktivitas buruh tersebut. Apalagi saat ini, kondisi laut baru mulai bersahabat, akhir tahun hingga awal tahun, tidak ada kapal yang berani berlayar. Kondisi laut sangat tidak memungkinkan. Apalagi paloh berada di laut cina selatan yang sangat terkenal keganasannya.

Salah satu juragan kapal, Arsad (40) mengatakan, hampir 3 bulan kapalnya tidak jalan. Kondisi yang sangat merugikan tentunya. Semoga hingga pertengahan tahun ini laut bisa bersahabat lanjutnya, sehingga kapal dapat terus beroperasi. Dalam satu kali pengangkutan dengan kapal, dikenakan biaya 1 hingga 2 juta rupiah, tergantung dari banyak dan jenis barang yang diangkut. Lama perjalanan dari setinggak ke temajuk memakan waktu kurang lebih 5 jam.

Perekonomian rakyat perbatasan sangat bergantung dari alam, terutama paloh yang berada di pesisir pantai utara. Menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup masyarakat. Pemanfaatan yang berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan. Semoga Paloh mendapat perhatian dari pemerintah, agar masyarakat perbatasan tidak ”berpaling” karena faktor kesenjangan ekonomi.HS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar